Menyunting Karangan

Wendi | Kamis, Juli 05, 2012 |
Tujuan Pembelajaran
Siswa diharapkan dapat menyunting karangan dengan berpedoman pada ketepatan ejaan, tanda baca, pilihan kata, keefektifan kalimat, keterpaduan paragraf, dan kebulatan wacana.
Menyunting atau mengedit adalah memperbaiki tulisan atau naskah karangan agar terhindar dari kesalahan sehingga layak baca atau layak terbit. Hal-hal yang perlu disunting adalah kesalahan ejaan, tanda baca, diksi (pilihan kata), ketidakefektifan kalimat, dan ketidakpaduan paragraf. Untuk dapat menyunting tulisan atau naskah dengan baik, diperlukan pengetahuan tentang kebahasaan dan pengetahuan tentang isi tulisan. Kita harus mengetahui ejaan, tanda baca, pilihan kata, keefektifan kalimat, dan ketepatan paragraf sehingga akan memperoleh suntingan yang baik. Orang yang bertugas menyunting tulisan atau naskah disebut editor atau penyunting. Biasanya, secara profesional, para penyunting bekerja di usaha penerbitan, percetakan buku, majalah, atau surat kabar.
Bacalah teks bacaan berikut dengan teliti!
SISTEM PENDIDIKAN DI INDONESIA AMBURADUL

Sekarang ini untuk masuk sekolah dasar (SD), pihak sekolah mewajibkan anak-anak sudah harus dapat membaca dan menulis. Di sini kita berbicara tentang SD Negeri yang notabene 100% mengikuti sistem pendidikan dari pemerintah. Setahu saya, membaca dan menulis baru diajarkan di tingkat sekolah dasar.

Hal yang menyedihkan bagi para orang tua adalah kenyataan bahwa di taman kanak-kanak (TK) tidak diajarkan membaca dan menulis. Bahkan, di TK Negeri Percontohan di Jakarta pun tidak diajarkan membaca dan menulis sehingga para orangtua seperti saya harus mencari les tambahan bagi anak untuk dapat sekadar lolos masuk ke SD.

Kesimpulannya, antara TK dan SD tidak nyambung. Pemerintah sepertinya ingin mengejar ketertinggalan SDM Indonesia dari negara lain dengan cara instan. Kegagalan sistem pendidikan kita selama ini harus dibayar oleh anak-anak SD dengan melupakan pelajaran dasar yang mudah dan menggantinya dengan pelajaran yang sulit untuk usianya. Sistem pendidikan di Indonesia amburadul. Bagaimana ini Departemen Pendidikan Nasional? RIZKY YALDI
Sumber: Kompas, 26 Agustus 2007

a. Menyunting penulisan ejaan
    Contoh:
    Dia duduk di antara saya dan Melani = salah
    Dia duduk di antara saya dan Melani = benar
b. Menyunting tanda baca
    Contoh: Bagaimana ini Departemen Pendidikan Nasional. (salah)
    Bagaimana ini Departemen Pendidikan Nasional? (benar)
c. Menyunting diksi atau pilihan kata
    Contoh:
    sistim (tidak baku) sistem (baku)
    nyambung (tidak baku) menyambung atau berhubungan (baku)
d. Menyunting keefektifan kalimat
    Contoh :
    - Di sini kita ini berbicara tentang SD Negeri yang notabene 100%
       mengikuti sistem pendidikan dari pemerintah.
    - Kita berbicara tentang SD negeri yang notabene 100% mengikuti
      sistem pendidikan dari pemerintah.

Share to

Facebook Google+ Twitter Digg
Comments
0 komentar:

Poskan Komentar

Manusia akan berkomentar dengan bahasa yang baik, sopan, dan santun. Silakan berkomentar yang bersifat membangun. No Rasis, No SARA, No Long orang boleh.